HARU


Jadi, ini sebenarnya cerbung lama yang kutulis tepat saat hari Pahlawan empat tahun yang lalu. Saat tadi bersih-bersih folder di laptop kutemukan sisa-sisa keisengan menulisku dulu. Berharapnya sih dulu bisa menulis novel, tapi apa daya kemampuanku berimajinasi hanya sebatas cerbung. Semoga suka. 


-1-

Konser musik.
Pertemuan pertama Yukkari dengan Haru. Yukkari langsung jatuh cinta dengan suara Haru saat menyanyi di konser tersebut. Konser yang bernuansa Rock Japan. Genre musik favoritnya. Ketika mendengar suara Haru, hati Yukkari serasa berdebar kencang. Sejak saat itu Yukkari mulai mencari tahu tentang Haru dan band-nya. Dimana pun band Haru tampil, ia akan datang dan menonton. Yukkari bahkan akhirnya mendapat contact person Haru dari seorang teman yang dekat dengan personil band Rock Japan tersebut. Ia pun memulai kontaknya dengan Haru dan menjadi fans beratnya. Namun selang beberapa waktu, terdengar kabar bahwa Haru keluar dari band-nya. Yukkari yang masih belum percaya kemudian mengirimkan sms kepada Haru untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut. Haru membalas sms-nya dan membenarkan bahwa ia baru saja keluar dari band-nya dengan alasan pekerjaan. Ya, Haru memang sudah bekerja. Demikian juga dua personil lainnya. Yukkari menghargai keputusan tersebut meskipun dengan berat hati, karena ia merasa bahwa suara Haru yang khas tidak bisa digantikan oleh vokalis lainnya.
Satu - satunya penghubung Yukkari dengan Haru adalah kesukaannya terhadap lagu – lagu yang ditawarkan oleh band Haru, yang kini tidak lagi bisa menjadi topik pembicaraan mereka. Namun meskipun Haru tak lagi menggeluti dunia musik dan Yukkari hanya mengenalnya sebatas itu, ia tetap melakukan kontak dengan sesekali mengirim sms kepada Haru. Yukkari merasa bahwa Haru sebenarnya adalah orang yang baik, meskipun terlihat cuek. Lalu tiba-tiba saja suatu hari ada kabar buruk tentang Haru datang dari salah satu personil ex-band nya, yang diceritakan oleh teman Yukkari kepadanya.
“Alasan Haru keluar dari band-nya bukan karena pekerjaan semata. Tetapi ia sendiri yang memutuskan keluar karena merasa tidak cocok dengan personil yang lain. Selain itu, mereka bilang cara bernyanyinya buruk. Haru juga membuat risih personil yang lain karena ia seorang perokok berat dan menurut kabar, ia juga seorang pemakai (pecandu) meskipun tidak banyak.”
Yukkari memang sudah tahu bahwa Haru adalah seorang perokok berat karena dulu setiap habis konser ia akan keluar dan mencari tempat sepi untuk merokok. Namun Yukkari sangat terkejut mendengar berita yang terakhir. Ia tak percaya bahwa ternyata dirinya berkenalan dengan seorang pecandu narkoba.
“Jika benar Haru adalah seorang pecandu, lalu mengapa mereka tidak melaporkannya ke polisi?” Tanya Yukkari, sambil berusaha menenangkan dirinya.
“Itu karena mereka tidak mau ikut campur dalam segala urusan yang berhubungan dengan Haru. Pendeknya, mereka tak mau terlibat. Apalagi ia berasal dari keluarga yang broken home. Aku sendiri tak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi itulah yang dikatakan teman-teman band-nya” Jelas Taka.
Kabar itu membuat Yukkari sangat kecewa sekaligus prihatin terhadap Haru. Orang yang dulu sangat ia elu-elukan suaranya, orang yang membuat Yukkari menjadi bersemangat ketika mendengarnya menyanyi, ternyata adalah orang yang berbeda dari yang ia pikirkan semula. Yukkari merasa sangat sedih, diambilnya handphone dan ingin menanyakan hal itu kepada Haru. Namun ia mengurungkan niatnya. ‘Tidak. Itu adalah masalah pribadi. Tidak seharusnya aku ikut campur.’ Pikir Yukkari. Sampai tengah malam Yukkari tak bisa tidur memikirkan hal ini. Ia akhirnya menyerah terhadap ambisinya yang selalu ingin tahu, mengambil handphone dan mulai mengetik sms untuk Haru. Ternyata Haru belum tidur karena ia membalas sms Yukkari.
‘Bukan urusanmu.’
****

Komentar

Postingan Populer