A C H I ? -7-
Jan 15th, 2020
Apa cerita hari ini?
Tepat seminggu sejak kaki kananku
ketumpahan sepanci air panas. Sakitnya jangan ditanya, duarrrr binasa! Pertolongan
pertama kualirkan air mengalir ke kaki selama setengah jam. Bapak yang panik langsung
minta izin dari kerjanya untuk mengantarku berobat ke dokter. Salep yang
diberikan sangat manjur, meskipun rasa panas dikaki tidak mau hilang. Sehari
itu kaki terasa nyeri seperti kesemutan bahkan hingga ke tangan kananku.
Dua kali ke dokter umum belum juga
ada perubahan. Beruntung temanku memberikan rekomendasi untuk pergi ke dokter
bedah. Ia juga memberikan alamat rumah sekaligus tempat prakteknya. Diantar bapak,
aku lalu menemui dokter bedah. Segera saja kakiku dibersihkan dan diobati. Bula-bula
(lepuhan yang mengembung ketika mengalami luka bakar) yang ada di kaki disedot
dengan cara disuntik. Kakiku dibebat perban sebagai sentuhan akhir agar tidak
kotor.
Hingga detik ini, rasa panas di
kakiku belum juga hilang. Aku baru tahu bahwa luka bakar termasuk kategori yang
proses penyembuhannya tergolong lama. Bahkan luka bakar ringan sekalipun. Obat yang
diberikan oleh kedua dokter sebenarnya sama. Hanya penanganannya yang berbeda.
Bukannya aku mau membandingkan,
hanya saja aku sedikit kecewa ketika ke dokter umum. Memang bula-bula tidak
boleh dipecahkan, lebih baik ditunggu sampai mengempis sendiri. Akan tetapi,
setahuku adalah luka harus tetap dibersihkan. Ketika kutanyakan hal itu,
dokternya malah bilang tidak usah dibersihkan lagi, hanya teruskan saja oleskan
salepnya. Kurasa mungkin untuk menghindari adanya gesekan yang bisa menyebabkan
bula pecah.
Sayangnya, dikampungku debu sangat
ramah bertebaran. Saat ke dokter bedah, malah dianjurkan untuk membersihkan
luka secara telaten. Luka bakarku masuk kategori level 2 yang menuju level 3,
sehingga memang butuh penanganan khusus. Memang ini murni kecerobohanku
sendiri, jadi aku harus tahan untuk tidak kemana-mana selama proses
penyembuhan. Meskipun kerjaan menumpuk dan cuti sakit sudah hampir habis! T__T
Jangan lupa, luka sekecil apapun
bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Dan tetap ingat untuk selalu
jaga kebersihan luka secara rutin. Jangan biarkan berlarut-larut sampai tebal
karena debu yang menempel ya, bisa infeksi lho!

Komentar
Posting Komentar