Rumah
Atap tak pernah mengajarkanku,
Bagaimana caranya menaungi wajah-wajah murung yang
datang silih berganti
Lantai tak pernah memberitahu,
Bagaimana caranya mendinginkan bara panas yang
menggelegak karena kerasnya hati
Dinding tak pernah bertutur,
Bagaimana caranya melindungi mereka yang berada di
kumparan medan magnet hidupku kini
Jendela pun tak pernah membisikkan sesuatu,
Tentang cara menghapus kenangan pahit yang selama
ini menghampiri
Tetapi pintu,
Pintu ternyata menyadarkanku,
Yang aku perlukan hanyalah membuka lebar-lebar hati
ini
Menerima dengan tangan terbuka dan tepiskan segala
dengki
Mengikhlaskan semua yang datang dan akhirnya pergi
Memberi senyuman dan
menghantarkan kebahagiaan kepada mereka yang kembali-arii arnottz-
#15102017

Komentar
Posting Komentar