A C H I ? -2-

July 31th, 2019


Apa cerita hari ini?

Well, well, well. Ternyata niat menulisku masih seumur jagung. Belum bisa menggerakkan tangan ini untuk menulis setidaknya seminggu sekali, atau dua kali. Malas merajalela dimana-mana. Padahal banyak hal yang bisa kita kerjakan selagi masih sehat. Setelah kaki kurasa cukup baik sembuhnya, libur minggu lalu nggak kusia-siakan. Segera deh, meluncur ke Kakiang Garden & Cafe. Cake-nya favorit banget! Syukurnya temen baikku - sebut saja Y, mau diajak berburu sweet treats untuk lidah ini. Beruntung lah kalian yang punya teman-teman asik, bisa diajak jalan plus gila-gilaan bareng. Kenangan bareng teman seperti itu nggak bakal terlupa. Di jaman sekarang yang kebanyakan orang hanya menggunakan pertemanan untuk sarana pamer di medsos, lupa kalau pertemanan itu nggak sekedar nongkrong bareng. Nggak sekedar liburan bareng, atau saling pamer kado-kado mewah ketika ada yang ulang tahun ( ini banyak kutemui ). Intinya pertemanan itu memerlukan pengertian satu sama lain, baik itu dari segi ego, emosi, dan sifat masing-masing. Walau dua orang yang karakter dan sifatnya bertolak belakang sekalipun, kalau bisa saling menahan ego masing-masing pasti pertemanannya akan langgeng. Nggak percaya? Si penulis ini buktinya. Aku dan Y udah temenan hampir 16 tahun lho, dari SD!
-
Di tempat kerjaku, kami para staf dapat voucher belanja gratis masing-masing senilai IDR 500K dari seorang student. Ia memiliki toko baju di beberapa tempat di Bali. Senang dong bisa belanja gratis. Yang membuat kita cengo adalah saat aku buka website tokonya untuk mengecek harga pakaian yang dijual. Alamak! Harganya rata-rata lima ratus ribu rupiah ke atas. Mau beli kan jadi galau. Karena ada batas waktunya, mau nggak mau akhirnya aku dan salah satu teman kerjaku - sebut saja D, pergi ke beberapa tokonya untuk melihat-lihat. Sayang kan kalau voucher nya nggak dipakai, hehehe. Berjam-jam kami berdua berkutat mencari dan mencoba baju yang kira-kira harganya pas dengan voucher dan cocok dengan selera kami juga. Si D ngotot biar bisa dapat dua items sekaligus. Berhubung model pakaian keluaran terbarunya mahal-mahal banget, kami memilih dari model pakaian yang sedikit lebih lama, dan akhirnya masing-masing mendapat dua baju dengan model yang menurutku bagus dan worthy. Karena waktunya mepet dan siang hari macetnya minta ampun di Seminyak, kami pun buru-buru berangkat ke tempat kerja.
Nggak sampai disitu, selesai kerja aku dan D memutuskan untuk jalan-jalan - literally walk around Seminyak. Aku yang hobi memotret dan si D yang hobi di potret ini menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam jalan kaki seputaran Seminyak. Capek? Pasti. Tapi rasanya senang dan asyik, bebas lepas, plus berasa jadi turis lokal gitu, hahaha. Kami sempat mampir ke Madpops yang jual gelato buat istirahat melemaskan otot-otot kaki. Sebenarnya kami pilih tempat itu karena nggak tau tempat es krim lain sekitar sana, dan pas googling ketemunya Madpops, jadi ya sudah.
Perjalanan dilanjutkan lagi dan sempat mampir di Periplus, karena aku yang nggak tahan untuk tidak mampir. Book is my life! Setelah lirik sana lirik sini karena ingin fotoan di dalam Periplus tapi malu, mataku bersirobok dengan satu rak khusus koleksi buku Harry Potter. Langsung saja tanganku menyambar buku yang sudah lama aku baca tapi belum jadi koleksi ku sampai saat ini. Dulu cuma bisa pinjam teman, hehehe. Menuju meja kasir untuk membayar, aku memberanikan diri untuk bertanya ke mbak kasirnya kalau-kalau kami boleh sedikit foto-foto disana. Dengan baiknya si mbak bilang 'boleh'. Aku juga menyempatkan untuk foto di depan rak koleksi buku favoritku itu. Kami pulang ke rumah sekitar jam sebelas malam, dengan hati riang gembira tentunya, hahaha. Si D sebenarnya ingin melihat-lihat toko pakaian di dalam Seminyak Square. Tapi sayangnya karena kemaleman, tokonya udah pada tutup. Setelah sadar jam sudah menunjukkan kira-kira pukul 11 malam, kami memutuskan untuk pulang. Jalan kaki malam hari sebenarnya enak juga. Selain karena lebih sedikit polusi, suasana jalanan terasa lebih santai dibanding siang hari. 
Selain teman sepergaulan, punya teman kerja yang asyik dan bisa diajak jalan itu seru juga lho! Seringkali ditempat kerja kita merasa kurang nyaman dengan rekan kerja. Entah karena beda pemikiran jadi obrolan pun kurang nyambung atau ada hal lainnya. Itu menjadi salah satu pemicu lingkungan kerja yang terasa hambar, hampa, nggak seru. Jadi, bersyukur lah buat kalian yang teman atau rekan kerjanya asyik dan klop sama kalian. Buat yang nggak akur sama rekan kerja, mungkin ada kalanya kita yang harus mencoba memulai pembicaraan. Siapa tau lama-lama si doi jadi terbuka dan terketuk pintu hatinya untuk bersikap baik juga, hehehe. 
Tidak ada salahnya untuk memulai sesuatu terlebih dulu.

Komentar

Postingan Populer