A C H I ? - 1 -
July 17th, 2019
Jadi.
Apa Cerita Hari Ini?
Jadi.
Apa Cerita Hari Ini?
Hari ini sepertinya diawali dengan kecerobohan ku yang bangun kesiangan. Akibatnya jadi telat mandi, telat nyiapin bekal nasi, telat kerja. Di tempat kerja, entah bisa disebut apes atau sial, aku ketemu student yang unik. Cukup sering kesini dan bawaannya dia senyum selalu. Tapi, satu hal yang bikin kami repot adalah student ini suka banget minta Pass nya ( sebut saja akses untuk ikut ) di perpanjang. Nggak tanggung-tanggung dari sebulan jadi sebulan lebih seminggu, sebulan lebih lima belas hari, sampai jadi dua bulan! Tanpa bayaran ekstra! Padahal Pass nya sendiri udah dapat diskon. Yah gimana kami nggak kesal coba. Kalo semua student pada kayak gitu, terus kami digaji pakai apa dong? Nggak mungkin kan daun segepok. Sayang nya bos di tempat kerjaku terlalu berbaik hati dan mengiyakan saja permintaannya.
Setelah debat kusir yang bertabur senyum palsu itu kelar ( sudah beberapa kali juga dengan staf yang lain), kutegaskan lagi bahwa hanya untuk kali ini Pass nya bisa diperpanjang. Well, she said okay. Ngakunya sih bulan depan udah bakalan cabut, balik ke negaranya. Yang bikin aku tambah bete itu saat dia bilang, "Don't worry, I will not come after this. I know you don't like me." Plus tambahan bubuk senyuman yang masih terlihat palsu ( menurutku sih ). Jadilah, sampai pulang kerja aku keki dibuatnya.
It's not that I don't like her. I don't like her behavior. Buat perbandingan, kalo misalnya kita punya usaha jualan terus ada temen mau beli, tapi minta harga temen pake diskon dan mintanya banyak. Terima nggak? Ya, pasti nggak lah. Boro-boro untung, balik modal belum tentu.
Nemu aja sifat orang kayak gini ya. Next time kalo ketemu lagi pas giliran shift ku, nggak tau deh harus pasang tampang flat aja ( yang memang muka udah begitu dari sononya), atau harus tebar senyum palsu juga kayak si doi.
Nah, ada lagi nih kecerobohanku hari ini.
Pulang kerja aku lupa kalo sodara bos hari ini datang liburan ke Bali. Begonya aku adalah, ketika bulan lalu disuruh book kamar untuk sodaranya, aku nggak tanya itu siapa. Keengganan ku bertanya karena kupikir agak-agak sensitif menanyakan masalah hubungan keluarga. Disitu lah letak salahnya. Bukannya tanya langsung, aku malah cari info di Facebook tentang hubungan bos ku dan tamu ini. Karena di foto terlihat tua, jadi kupikir itu ibunya bos ku. Kubilang lah begitu saat book kamarnya.
Baru sampai kost, muncul deh pesan Whatsapp dari bos dengan capslock jebol nya. Astaga! Belum pernah aku dapat chat dari atasan dengan tulisan gede-gede gitu. Intinya sih bilang kalo itu bukan ibunya tapi sodaranya. Yah mau dikatakan apalagi, bisanya cuma minta maaf. Aku jadi mikir, pak bos tersinggung atau nggak ya, orangnya susah ditebak sih. Dari sini aku akhirnya sadar sifatku yang nggak enakan dan suka berspekulasi sendiri ini ternyata sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup dan karirku. Lebih baik kepo gengs, daripada sesat dijalan!

Komentar
Posting Komentar