A C H I ? - 4 -

Sept 19th, 2019




Apa cerita hari ini?


Hari ini bertepatan dengan ulang tahun kakakku satu-satunya. Di Bali, kakak perempuan disebut 'mbok'. Dia lah satu-satunya orang yang bisa kuajak adu gulat (baca: berantem), rebutan ini-itu, pergi jalan bareng, hunting buku bareng, jadi tempat berkeluh kesah dan mengadu sampai jadi tatakan bantal alias tempat mewek. Buat kalian yang hanya punya saudara perempuan pasti pernah dong merasakan hal-hal yang kusebutkan diatas.
Usia kami terpaut tujuh tahun dan mbok sudah berkeluarga. Darinya, aku punya tiga keponakan yang bandel tapi ngegemesin! Kami sama-sama merantau, jauh dari rumah. Dia dengan keluarga kecilnya dan aku dengan teman kos ku hihihi...
Ku ingat saat berusia lima tahun, pernah suatu malam ibuku memberikan masing-masing sebuah jeruk kepada kami. Saat makan jeruk tak sengaja bijinya kutelan. Karena takut terjadi sesuatu, aku pun mengadu ke mbok. Mbok yang dulu sangat suka menjahiliku lalu menakut-nakuti dan bilang bahwa akan ada pohon jeruk yang tumbuh dari perutku dan membesar keluar. Imajinasiku yang kadang suka nyeleneh membayangkannya dan membuatku takut dan bergidik saat itu. Aku yang masih bocah meminta saran mbok supaya pohon jeruk itu tidak jadi tumbuh di perutku. Tahu apa yang dilakukannya? Bak mbah dukun yang sedang mengeluarkan jampi-jampinya, ia mulai mengusap-usap perutku. Dengan mata terpejam mulutnya komat-kamit mengucapkan mantra yang katanya bisa mengusir roh pohon jeruk agar tidak tumbuh diperutku. Setelah itu dia minta sisa jerukku agar aku tidak diganggu roh pohon jeruk lagi katanya. Baru esoknya aku tahu dari ibuku bahwa itu hanya akal-akalan mbok biar bisa memakan jeruk bagianku juga, hahaha.
Waktu kecil aku banyak menghabiskan waktu bermain dengan mbok di rumah. Kadang juga suka ngekorin dia main ke rumah temannya. Kalau tidak bisa mengerjakan PR sendiri, aku suka minta bantuannya. Sering juga kami berantem masalah sepele seperti rebutan kaos kaki, hahaha. Sesederhana itu masa kanak-kanak jaman dulu. Tanpa gadget, tanpa ipad, tanpa sibuk dengan medsos masing-masing seperti kebanyakan orang sekarang.
Jika kuamati teman-teman, saudara dan orang-orang disekitarku, sekarang ini semakin sedikit interaksi yang terjadi. Sibuk dengan gadget masing-masing. Bahkan anak-anak pun kalau berkumpul banyak menghabiskan waktu dengan bermain game online bersama teman-temannya, sedikit komunikasi. Entah cara apa yang dilakukan para orangtua untuk mengatasi dampak kemajuan teknologi yang pesat di jaman millenial  ini. Buatku, komunikasi itu sangat amat penting terutama untuk menghindari kesalahpahaman dan tetap menjaga ikatan kekeluargaan/kekerabatan satu sama lain.
Aku dan mbok contohnya, meski sudah berbeda keadaan (dia sudah berkeluarga) kami tetap menjaga komunikasi dan hubungan agar tidak menjadi renggang dan lupa dengan keluarga. Kadang kami keluar sekedar mencari makan bareng, beli sesuatu bareng, atau sekedar maskeran bareng hahaha...

Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ketiga puluh dua.
Tak ada kata untuknya setulus doa.

Komentar

Postingan Populer