A C H I ? - 3 -
Aug 10th, 2019
Apa cerita hari ini?
Apa cerita hari ini?
Weekend. Niatku untuk menulis masih setengah-setengah nih. Sepuluh hari berlalu sejak cerita yang lalu. Nggak banyak kegiatan sih, tapi banyak pikiran hahaha... Minggu lalu banyak kuhabiskan dengan pergi ke rumah kakak ku, mencicipi banyak macam kreasi sambal yang dibuatnya. Mulai dari sambal lalapan, sambal tomat segar, sambal mercon, sambal korek, sambal terasi sampai sambal ekstra pedasnya. Alhasil, perutku yang sensitif akan rasa pedas ini bergejolak hebat (baca: diare) selama beberapa hari. Sebenarnya aku penyuka makanan pedas, tapi apa daya lambung dan usus nggak bisa berkompromi.
Mungkin selain karena pedas, belakangan aku banyak makan manis-manis dan gorengan. Yap, gorengan memang selalu jadi penggoda lidah yang susah untuk dihindari. Padahal dalam hati sudah berjanji akan mengurangi makan makanan berminyak, terutama gorengan. Namun, setiap kerja pagi pasti teman kerjaku selalu menawarkan gorengan. Mana mungkin kutolak kan, gratis pula hehehe.
Pada umumnya kita semua sadar akan bahaya makanan berminyak, berlemak, dan kaya akan kolesterol. Sayangnya, seringkali kita lupa dan menutup mata, berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Tanpa kita sadari perlahan-lahan penyakit itu muncul ke permukaan. Aku pun demikian. Pola makan yang tidak teratur dan makan berbagai macam makanan dalam sehari bisa membuatku terkena diare akut. Aku pernah membaca disuatu artikel bahwa kinerja lambung akan semakin berat jika kita makan banyak jenis makanan dalam sehari.
Kurasa mulai saat ini aku harus mengatur ulang jenis makanan yang kumakan dan berusaha mengurangi, bahkan menghindari makan yang berkolesterol tinggi. Semoga bisa deh.
Masih dalam suasana makanan nih ya, beberapa hari lalu aku dan teman-teman pergi ke daerah lain ( luar kabupaten ) hanya untuk makan di suatu tempat makan yang cukup terkenal. Tempat makan ini sebenarnya ada di daerah tempatku bermukim. Tetapi tempatnya selalu ramai dan penuh sesak, jadi kami memutuskan untuk pergi ke cabang satunya yang sedikit lebih sepi ( baca: nggak sampai antri ). Kalian tahu kenapa biasanya tempat makan jadi terkenal?
Tempat makan ini, sebut saja warung makan SS, terkenal dengan harganya yang cukup murah namun enak. Selain itu, menu utamanya adalah berbagai macam sambal yang buatku pedesnya cukup gila. Padahal kalau diteliti sebenernya beberapa sambalnya menggunakan bumbu/bahan yang sama lho, hanya isiannya yang berbeda. Misalnya, sambal cumi dan sambal terong. Sambalnya sama, hanya isian cumi dan terongnya yang membedakan, hahaha.
Makan ke suatu tempat juga harus hati-hati lho. Kalo makanannya nggak higienis, bisa-bisa keracunan makanan. Punya perut sensitif bikin aku bisa pilih-pilih tempat makan. Gampangnya sih, kalo sekali makan aku langsung diare bisa dipastikan itu tempat nggak higienis. Entah itu makanannya maupun wadahnya. Jadi, tempat tersebut bakal masuk black list tempat yang tidak akan kusambangi lagi.
Banyak orang bilang, justru makanan yang enak itulah yang banyak bahayanya bagi tubuh.
Well, that is right.
p.s: Sekarang aku lagi di tempat makan junkfood sejuta umat yang berlogo badut. Coba tebak dimana? ;)

Komentar
Posting Komentar