Aku Tetap Ingat

Ketika melihat air sungai yang mengalir di sela bebatuan
Merasa angin yang semilir lembut menyapa tubuh ini
Mencium aroma tanah basah akibat hujan
Aku tersenyum dan setitik air mata jatuh
Bergulir di pipi, menetes,
Terbang bersama kelopak bunga-bunga yang berguguran

Kenangan bersamamu berkelebat bersama kicau burung-burung yang terdengar
Ingatan tentangmu berarak bersama awan-awan yang menghiasi langit biru
Kau yang terlukis dalam mimpi indahku, menyelinap dalam langkah-langkah panjang jalan setapak yang kulalui
Musim berganti, warna dedaunan pun berubah, namun aku tetap mengingatmu



Puisi ini aku buat satu hari sebelum ulang tahun salah satu teman terbaikku selama kuliah. Teman yang sudah mengajarkan banyak hal, dan yang paling penting: dia mengajarkanku untuk "ikhlas" terhadap semua hal yang kulakukan. :")

-arii arnottz-

Komentar

Postingan Populer